Kerinduan Untuk Adikku di Ponpes “Nurul Jannah” Kudus
Posted by ningyung in Uncategorized Monday, 15 March 2010 06:08 12 Comments
Pondok Pesantren Nurul Jannah Kudus adalah pondok pesantren yang fokus belajar dalam hafalan Al-qur’an atau lebih sering dinamakan pondok pesantren Al-qur’an.
Pondok Pesantren yang didalamnya tidak hanya santri-santri yang sedang menuntut ilmu, namun juga terdapat yayasan untuk yatim piatu. Menjadi santri di pondok pesantren itu tidak dipungut biaya sepeserpun, bahkan kebalikannya setiap bulannya akan menerima uang saku dari pondok pesantren tersebut. Tapi untuk menjadi santri dari pondok pesantren itu tidaklah mudah. Saya masih ingat, disaat adik saya mengikuti test ujian masuk pondok pesantren Nurul Jannah. Dia harus menhafal Juz’ amma sampai selesai dengan bacaan yang fasih dan Tajwidnya benar, selain itu juga ada ujian tilawatul Qur’an. Tapi jika sudah diawali dengan niat dan kerja keras insyaallah semua bisa berjalan lancar.
Adik laki-laki saya yang bernama Muhammad Dwi Fadlullah Maknun, dia sedang belajar disana. Kemarin, tanggal 13 maret 2010 saya dan keluarga saya datang mengujungi dia ke ponpesnya. Ya Allah…dia kurus, pucat dan tampak sangat butuh berpikir keras untuk menyelesaikan setiap hafalan Al-qur’annya, itulah yang tergambar saat saya melihat dia.
Melihat dia yang terkadang mengeluh kalau hafalannya harus di ulang-ulang untuk kelancaran dan kefasihan bacaannya, saya jadi terharu betapa dia harus kerja keras. Pilihan dia memang berbeda jauh dengan pilihan saya, jika dia memilih untuk terjun ke dunia agama sedangkan saya terjun ke dunia teknologi informasi.
Kami jarang bertemu, saya sibuk menyelesaikan studi saya di kota Jogja dan adik saya sibuk menyelesaikan hafalan Al-qur’an di kota Kudus. Meskipun kalau ketemu kita terkadang beradu pendapat, tapi kita berdua saling menyayangi.
Terharu…itulah gambaran yang selalu terlukis diraut wajahku, disaat dia bercerita tentang kegiatannya sehari-hari. Waktunya dihabiskan hanya untuk mengulang ayat per ayat yang hendak dia setor ke guru mengajinya. Apabila ada waktu sisa untuk istirahat, dia sering gunakan untuk berziarah ke menara kudus.
Cukup satu jam saya beserta keluarga mengunjungi dia dan kami harus berpamitan pulang. Disaat perpisahan pulang disaat itulah saya begitu merindukan sesosok adik laki-lakiku ini, karena saya jarang bertemu dengan dia dibanding anggota keluarga saya yang lain. Baik-baik disana adikku, semoga kamu menjadi Hafidz Al-Qur’an yang berguna untuk diri, keluarga dan ummat. Amien.
aku juga rindu kamu

miss u 2 Ayu…

aisiteru…..
i know, what u say ika…?


(aisiteru = aku cinta padamu), tp buat sp tuch..?
yg disanakah?
Sungguh…kakak cayank adik… Mantrab wal gud-gud…!!
Slm kreatifitas..
eh ibu…


bisa aja
salam kreatifitas juga…
salam hangat dari Kudus
makasih…

salam kenal..
Dwi fadhlulloh itu tmen saya mbx di nurul jannah mbx,dia satu kamar sma saya…..
owh iyah yach…
i want it……