Liburan
Tertanggal 2 – 7 Agustus 2009 bersama teman-teman MMI UGM’08 mengadakan acara liburan bersama di pulau dewata “Bali”. Acara ini diadakan dengan maksud, Liburan setelah ujian akhir semester dan sebelum masing-masing dari kami sibuk dengan pembuatan tesis. Namun, yang berangkat tidak sesuai yang diharapkan hanya 7 orang dari 30 mahasiswa dalam kelas kami…mengecewakan sich, tapi tetap seru karena acara sudah tersusun dengan rapi. Berbagai macam alasan dikemukakan pada saat rapat terakhir sebelum keberangkatan ke Bali, hampir rata-rata ketidak berangkatan teman-teman untuk ikut liburan dikarenakan biaya akomodasi total yang terbilang tidak murah…itu bisa dimaklumi, karena ini termasuk liburan yang memakan biaya yang tidak sedikit…..Sedangkan mereka yang ikut serta dalam liburan juga punya alasan, selain untuk kenang-kenangan kebersamaan dengan teman sekelas MMI, bisa juga untuk menambah pengalaman….walaupun setiap orang yang ikut pasti punya pengalaman masing-masing…
Sedangkan untuk diriku sendiri, selain bisa menikmati kebersamaan bersama teman-teman MMI juga menghilangkan pikiran yang penat setelah ujian..walaupun setelah itu harus serius mengerjakan tesis, tak apalah…pikiran tak selalu harus diajak kerja keras khn…sekali-kali juga refreshing sejenak…..Liburan kali ini memang bukan sembarang liburan, harus merogok kocek dalam-dalam…hampir seisi tabungan yang tersisa habis buat jalan-jalan,padahal udah niat tidak mo belanja..tapi gimana lagi, teringat orang-orang yang dirumah tidak mungkin bisa dilupakan…yach, walaupun hanya sekedar oleh-oleh kecil…setidaknya bisa dibawa untuk pelipulara ketika sampai di rumah….
Seru!!! itu yang teringat dalam benak….beda banget waktu dulu ke Bali yang pertama kali bersama rombongan SMU, sekarang seperti liburan pribadi saja….ya impaslah dengan biaya yang dikeluarkan…tapi yang tidak impas adalah biaya makan, aduh…mahal-mahal makanan dibali, inginnya makan dipinggiran jalan saja..tapi tidak mantap dengan hati akan pembuatannya, harap dimaklumi…Bali mayoritas bukan pemeluk agama islam, jadi biar lebih mantap dengan hati…kita memilih ke tempat yang cepat saji saja…kaget, tercengang dan hanya bisa senyum dengan hambar…itu yang bisa dilukiskan pada raut wajahku saat itu harga makanan cepat saji dipulau Bali hampir 50% lebih mahal…Liburan yang tidak bisa buat perut tenang….Tapi secara keseluruhan ini liburan yang mengesankan…terimakasih buat teman-teman udah saling bantu…